07 October 2006

Dilematis Antara Relative & Absolute

Pernahkah anda iseng - iseng mencoba mencocokkan waktu yang tertera pada jam tangan anda dengan semua jam tangan orang lain yang ada di kantor anda, atau diantara teman-teman anda yang lain? adakah yang persis sama waktunya? Atau kalau anda mungkin tidak pernah pakai jam tangan coba cocokkan jam di handphone anda dengan handphone teman-teman anda, apakah ada yang yang cocok waktunya secara detail (persis sama jam, menit dan detiknya). Saya berani mengatakan bahwa sangat sulit sekali untuk menemukan waktu yang persis sama antara jam kita dengan jam orang lain. Andaikata timbul pertanyaan “manakah jam yang benar dan akurat?” apakah kita bisa yakin bahwa jam kitalah yang benar sedangkan jam orang lain itu salah? Coba bayangkan ada jutaan bahkan mungkin milyaran jumlah jam tangan, jam dinding, jam handphone, jam komputer dan jam-jam lainnya di dunia ini yang tidak persis sama menitnya atau detiknya satu dengan yang lainnya. Namun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya ada standard waktu yang telah ditetapkan secara international untuk seluruh dunia sehingga setiap alat penunjuk waktu harus mencocokkannya agar mendapatkan waktu yang tepat sesuai standard. Akan tetapi kenyataannya setiap orang pasti akan berpegang terhadap waktu yang tertera di jam yang dipakainya tidak soal sesuai standard waktu atau tidak, bisa karena dia yakin bahwa jamnya benar sedangkan jam orang lain salah, bisa karena tidak begitu peduli, bisa juga karena tidak menemukan standard jam yang benar-benar cocok untuk dijadikan patokan waktu, bukan karena tidak ada standard waktu yang absolute melainkan karena kebanyakan orang yang malas mencocokkan jamnya dengan standard waktu tersebut, karena sebenarnya ada standard waktu yang baku yang telah ditetapkan sebagai sinkronisasi jam di dunia ini, tinggal berpulang ke kita masing-masing apakah kita mau mencocokkan atau tidak.

Seperti itulah kira-kira berkenaan dengan agama, ada begitu banyak agama dan sekte-sekte di dunia ini, dan bisa dikatakan bahwa ajaran atau doktrin dari setiap agama-agama tersebut tidak ada yang sama persis walaupun secara umum semua agama mengajarkan kebaikan namun jika dikaji secara detail pasti ada perbedaan doktrin di dalamnya (sama seperti jam-jam yang dikenakan semua orang di dunia ini yang tidak persis sama menit dan detiknya). Setiap orang yang menganut agama dan sekte tertentu pasti dengan yakin akan mengatakan bahwa agamanya yang benar sedangkan agama yang dianut orang lain salah dan sesat. Namun demikian di sisi lain ada juga orang yang memiliki pandangan liberal dengan bernalar bahwa kebenaran agama adalah bersifat relatif tidak absolute, mereka mengatakan bahwa semua agama sama-sama menuju jalan yang benar. Bagaimana menurut pendapat anda? Jika dibuat semacam survey terhadap orang-orang di dunia ini tentang agama yang dianutnya pasti akan begitu beragam pendapat dan pandangan hidup dari mereka. Mungkin ada yang apatis atau acuh-tak-acuh, skeptis atau ragu-ragu, fanatik, fundamental, pasrah mengikuti agama leluhur atau faktor keturunan, liberal, moderat, dan masih banyak lagi paradigma orang-orang di dunia ini jika terkait dengan agama. Akan tetapi bagaimanapun juga, tidakkah berkenaan agama sepantasnyalah hanya ada satu standard kebenaran yang ditetapkan okeh sang pencipta Tuhan yang maha kuasa, jika Tuhan memang pribadi yang maha tertib dan maha teratur?

Ada satu hal yang menjadi bahan renungan saya pribadi yang ingin saya share kepada anda. Mungkinkah semua agama itu benar? Tidakkah semestinya hanya ada satu saja agama yang benar? jika memang ada Tuhan mungkinkah Dia tidak menetapkan standard yang absolute berkenaan dengan agama mana yang benar sebagai satu-satunya sarana untuk dapat beribadat kepadanya? Sebagai ilustrasi, pemimpin manusia saja memiliki standard protokoler apabila ada tamu yang hendak menghadap kepadanya, katakanlah misalnya seorang raja. Mungkinkah raja tersebut akan menerima tamunya yang tidak hormat masuk ke istana raja dengan memanjat tembok istana menggunakan tali dan memakai topeng agar tidak dikenal? Sudah pasti pengawal raja akan menangkap tamu yang tidak hormat tersebut bukan? Coba kita perhatikan hal lain misalnya di dalam perusahaan ada yang namanya SOP (Standard Operational Procedure), ada juga yang namanya ISO (International Standard Organization). Orang menetapkan suatu standard adalah agar supaya segalanya berjalan dengan tertib, teratur, sistematis dan tidak kacau balau. Manusia saja memiliki standard yang baku, tidakkah selayaknya Tuhan sang pencipta yang maha cerdas memilik standard yang jelas dan baku juga yang ditetapkan kepada umat manusia untuk dapat beribadat kepadanya? kita bisa lihat dari ciptaanNya, ciptaan Tuhan jelas sekali me-representasikan sifat dan karakter dari penciptanya yaitu Tuhan, semua ciptaanNya maha teratur, maha rapih dan maha tertib, saya ambil beberapa contoh saja misalnya tata surya kita, ada sembilan planet yang diketahui oleh para ahli antariksa mengelilingi matahari secara teratur mengikuti garis lingkaran orbit didalam tata surya dan urutan orbit tersebut tertata dengan begitu rapih, salah satu planet di tata surya tersebut adalah bumi tempat kita hidup, bumi mengelilingi matahari pada orbit yang sama dari dulu sampai sekarang dan tidak pernah melenceng sedikitpun dari orbitnya, kita bisa bayangkan jika bumi posisi orbitnya mendekat atau menjauh dari matahari sedikit saja maka akan berdampak sangat serius pada iklim dan cuaca di bumi, atau andaikata bumi mengelilingi matahari dengan kecepatan yang tidak menentu maka jumlah hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun akan kacau balau.

Saat ini ada begitu banyak kekacauan dan ketidak teraturan dalam hal agama baik dari segi doktrin maupun umat, bahkan agama telah menjadi sarana perpecahan, pertikaian bahkan pembantaian. Banyak orang membunuh atas nama agama, menyakiti orang lain karena doktrin yang diajarkan agamanya. Saya yakin hanya masalah waktu saja Tuhan masih belum bertindak menghakimi kekacauan dalam agama-agama di dunia ini. Tidakkah Tuhan di atas sana menginginkan hanya ada satu saluran unik untuk dapat sampai kepadanya dalam hal ibadat dan doa? Sebagaimana halnya dengan ilustrasi jam tadi bahwa sebenarnya ada standard waktu yang telah ditetapkan yang bisa menjadi patokan dari jam yang dikenakan oleh orang-orang di dunia ini yang memang mau mencocokkan waktu jamnya. Dalam dunia komputer ada yang dinamakan dengan istilah
Atomic Clock, dimana setiap orang yang ingin agar jam di komputer mereka uptodate sinkron dengan standard jam dunia maka mereka bisa otomatis mencocokkannya dengan server di atomic clock, bagi anda yang ingin mencocokkan waktu di jam komputernya bisa click di sini.

Kalau boleh saya jabarkan dan simpulkan secara logika akal budi mengenai agama maka kita sebenarnya dihadapkan kepada pilihan-pilihan sebagai berikut, khususnya jika anda sedang mencari kebenaran sejati, pilihan tersebut adalah sbb:

1. Semua agama benar
2. Semua agama salah
3. Ada banyak agama yang benar dan ada banyak agama yang salah (50% : 50%)
4. Semua agama benar dan hanya satu agama saja yang salah
5. Hanya ada satu agama yang benar sedangkan semua agama lainnya salah

Jika anda dihadapkan kepada pilihan di atas, yang mana yang akan saudara pilih? Kalau saya pribadi saya sudah pasti akan memilih pilihan nomor 5. “Hanya ada satu agama yang benar”. Karena saya yakin bahwa Tuhan sang pencipta pastilah maha tertib dan maha teratur, tidak mungkin Dia membiarkan kekacauan di dunia ini karena agama, hanya masalah waktu saja bahwa pada saatnya nanti Tuhan akan bertindak pada hari penghakiman (Armagedon atau Kiamat) dan akan menunjuk satu agama yang benar tersebut sebagai satu-satunya yang terbukti menjadi sarana unik sebagai saluran ibadat kepadaNya. Agama apakah itu??? saya mengundang anda untuk mencari, menggali dan menyelidikinya jika anda memang merasa belum menemukannya dan anda memang berniat mencari kebenaran sejati, namun jika anda sudah yakin betul bahwa agama yang anda anut sekarang ini adalah agama yang benar maka kita hanya tinggal menunggu hari penghakiman saja di mana Tuhan kelak akan menentukan dan memberikan bukti kepada semua umat manusia di bumi ini berkenaan agama mana sebenarnya yang layak dan berkenan kepadaNya.